Aug 12, 2009

Merantau: Jagoan Lokal Indonesia


Hwah...akhirnya saya bisa nonton film di bioskop lagi. Terakhir kali nonton yaitu film Laskar Pelangi. Namun, kali ini saya sengaja ingin menonton-lebih tepatnya sudah kebelet mulai dari awal isu- film MERANTAU. Yah, film laga yang sangat saya sukai.

Tanggal 10 Agustus 2009, saya sengaja membeli tiket nonton film ini di Cinema 21 TP (Tunjungan Plasa) bersama dengan dua sahabat saya. Tapi sungguh apes, saya dan dua sahabat saya telat beberapa menit karena ditinggal makan dulu. Hahahaha...apes! Namun, tak cukup jauh ternyata ketertinggalan kami.

Selama kurang lebih 2 jam saya terkesima dengan film laga ini. Sesuai prediksi saya, Merantau akan beda dengn Ong Bak (Thailand) yang selama ini banyak dibicarakan orang. Ong Bak berkisah seperti kisah kolosal bak Ramayana dan Mahabarata. Namun, Merantau lebih dari itu, dengan keunggulan mengangkat budaya lokal (local indigenous) masyarakat Indonesia, lebih tepatnya adat Minangkabau (Sumatera), film ini mampu menyulap adegan demi adegan dengan scene yang sangat menakjubkan. Tidak biasa sutradara lokal atau director film mampu menghasilkan angle film yang bagus. Bagi saya, Merantau sangat berbeda dan saya salut atas penggarapannya. Dari semua itu, memang sih ada kekurangannya (saya tidak akan menyebutkannya...silakan nonton sendiri yak...). Hanya satu keinginan saya yang belum terkabul di film ini: Slow Motion! Yah, adegan dengan gerakan lambat jika dipakai di film ini akan lebih dramatis! Mungkin akan saya tunggu di laga Merantau 2 yang diperankan Yuda (Iko Uwais) sebagai Adit. Hehehehe...

Well, selamat atas film Merantau, saya salut dan bangga memiliki genre baru dalam perfilman Indonesia! []

2 comments:

MIGOMAGI said...

wahh ternyata memang se seru itu yah, kita juga disini memang memprediksikan film ini akan sediti berbeda dan lebih bagus dibanding film2 laga indonesia lainnya...
seperting kita harus cekidot...
hehe...

anak semeru said...

@migomagi: yak migo...film merantau memang seru! sangat berbeda dg yg kebanyakan...apalagi paku kuntilanak (halah! lewattt...) wajib nonton neh...harus!