Aug 4, 2009

Kreatif dengan Pisang


Tempo hari saya chatting dengan seorang sahabat yang sedang ingin memulai suatu bisnis. Saya tanya tentang bergerak dalam bidang apa? Dia menjawab di bidang agrowisata dan dia menambah lagi di bidang agribisnis. Awalnya, saya tidak paham namun saya ingat bahwa dia berada di daerah pegunungan yakni sekitar lereng gunung Semeru dengan hawa yang sejuk dan pemandangan yang indah. Di sisi lain, ternyata hasil pertanian di sana juga melimpah. Saya pun menjadi paham dengan dua bidang tersebut.

Chatting pun berlanjut, setelah dia panjang lebar bercerita tentang rencana bisnisnya, saya tertegun dengan kegigihannya. Dan sekarang rencana tersebut sudah berjalan, namun dia mendapatkan suatu kesulitan. Pemasaran dan kemasannya bagaimana? Saya pikir kok aneh, bisnis sudah berjalan tapi kok masih bingung masalah pemasaran dan kemasan produk yang akan dijual. Lalu, diapun meminta pendapat saya. Dengan kepala segar saya mencoba memberikan pendapat saya. Begini, kalau dia berbisnis kopi robusta dan jahe, maka saya mencoba menggantinya dengan pisang. Yang kebetulan memang daerah lereng Semeru dikenal juga penghasil pisang. Di sini saya tidak akan panjang lebar membahas tentang pemasaran karena saya anggap sahabat saya tersebut paham betul tentang pemasaran, hanya saja belum maksimal. Saya hanya mencoba sharring tentang kemasan suatu produk. Sebagai contoh pisang (yang saya sebutkan tadi). Pisang merupakan buah yang banyak dijumpai di kabupaten Lumajang sehingga kota ini dikenal dengan Kota Pisang. Kita dapat menjumpai beragam nama pisang, ada pisang Agung (pisang khas Lumajang), pisang Ambon, pisang Raja, pisang Gajih, pisang Barlin dan sebagainya. Nah, dari beberapa pisang yang ada, manakah yang Anda sukai? Tentunya pisang yang enak dan manis bukan... Dari sinilah saya mencoba untuk sharring tentang bagaimana mengemas buah pisang agar tampak "enak" dan "manis".




Pilihan saya jatuh pada pisang Barlin. Menurut saya, pisang Barlin sangat unik. Kecil, mungil, kulitnya mulus dan terasa manis. Dari sini, saya mencoba mengemasnya agar pisang tersebut nilai jualnya lebih tinggi dari harga pasaran. Caranya? Karena saya orang desain, bukan orang pertanian maka saya mencoba untuk mengemas pisang Barlin dengan cara yang unik. Bidikan saya untuk menjual pisang Barlin kemasan adalah anak-anak. Menurut saya, anak-anak harus menyukai buah-buahan, tak terkecuali buah pisang. Jika apel saja bisa dikemas dengan bagus, mengapa pisang tidak bisa? Tentunya bisa dong... Berikut penyajian saya tentang kemasan pisang Barlin:



Kemasan mencirikhaskan anak-anak. Ada dua tokoh dalam kemasan tersebut, sebut saja Baba dan Lily. Keduanya saya pasangkan dengan kemasan berbentuk sepasang pengantin. Nah, tahukah Anda? Kemasan ini memang sengaja saya tonjolkan sisi tokoh karakternya, karena nantinya kemasan ini dapat digunakan sebagai permainan. Permaian yang tak lain adalah dunia anak-anak.




Dalam kemasan, ada empat buah pisang Barlin kecil yang cukup untuk dimasukkan ke dalamnya. Peletakannya dibalik, bagian ujung getah ada di bawah dan bagian buntut ada di atas. Mengapa? karena menurut saya, akan lebih rapi dan manis jika dipandang dengan sisi yang sama dan untuk menggindari getah. Kemasan ini tidak diletakkan di sembarang tempat, namun harus berada di tempat yang sejuk atau dingin. Hal tersebut untuk menghindari pisang cepat busuk. Kemasan pisang Barlin, saya rencakanan dijual berpasangan sehingga berada pada satu plastik kemasan.



Kelebihan lain dari kemasan pisang Barlin untuk anak-anak adalah jika kemasan dilihat dalam keadaan tertutup, maka akan tampak tokoh karakter yang senyum dengan mata yang terbuka lebar, namun jika kemasan dibuka maka akan muncul tokoh karakter yang senyum dengan mata terpejam. Lucu dan unik! Cocok untuk anak-anak yang suka dengan karakter kartun. Saya mencoba memberi nama Baba dan Lily agar masing-masing gender bisa memilih gendernya masing-masing. Ini juga mendidik bagi anak-anak bahwa dunia laki-laki harus berkarakter laki-laki, begitu juga sebaliknya.

"Mungkin ini dulu", kata saya kepada sahabat chatting yang mulai tadi memperhatikan ketikan di chat room. Saya berharap, semoga apa yang saya ilustrasikan mampu diserap oleh sahabat saya tadi. Begitupun dengan Anda (pembaca), mungkin ide ini mampu diaplikasikan dan dikembangkan pada usaha yang nyata. Salam sukses! []

catatan: artikel ini diikutsertakan dalam AGRIBUSINESS BLOG COMPETITION 2009 HIMASETA Universitas Jember
thx.to: semua sahabat anaksemeru, terima kasih atas dukungannya dan tak lupa kepada panitia atas kepercayaannya (matur suwun...)

12 comments:

BeeMouNTaiN said...

salam rimba!
sob tuh ada award di blogku... kalau berkenan di ambil ya!

anak semeru said...

@ beemountain: terima kasih sobat...insyaAllah aq ambil...

Navan said...

wawawa... lucu...

kebetulan lagi suka pisang nih! selama liburan kemaren beberapa kali bikin pisang keju sendiri di rumah...

anak semeru said...

@ navan: hahaha...lu suka pisang pan...ke rumah yuk...borong pisang...

MIGOMAGI said...

hmmmh...semoga sukses dengan packagingnya....
bagus nih ada yang serius menggarap potensi lokal...

anak semeru said...

@ migomagi: thx kawan! iya nih...di daerahq banyak pisang...potensi lokal perlu dikembangkan...kpan2 maen ke rumah migo...

MIGOMAGI said...

check this out:
http://www.designlessbetter.com/blogless/?s=banana+packaging

mudah-mudahan bermanfaat ya, hehehe...

atau ini sebagai pembanding:
http://time4change.wordpress.com/2008/03/09/too-much-food-packaging/

MIGOMAGI said...

oh dan satu lagi, kali aja belum tau, ada blog bagus tentang packaging this is one of the best:

http://thedieline.com

anak semeru said...

@migo thx migo...y u are the one of my best friend! inspiratif!

mata air lereng semeru said...

Wah asyik, kreatif dan inspiratif..sob...salut two thumb up

Tetap Semangat dalam berkreasi
Yakin Usaha Sampai

anak semeru said...

@lereng semeru:makasi cak..ayo qt kembangkan potensi lokal daerah...PISANG!

mulyadi joss said...

Punya bibit pisang barlin.
Lokasi mana