11 Jul 2009

Tangkuban Perahu, Sebuah Perjalanan











… Segalanya telah Nampak sempurna
Gunung, ladang, air, angkasa raya
Hanya satu kata yang bisa ku ucap
Maha Suci Allah pencipta alam semesta ini…
(sepanjang perjalanan-edcoustic)


Liburan kali ini benar-benar seru dan tak berhentinya saya mengucap syukur atas kebesaran-Nya.

Semua diawali oleh acara kampus yakni acara rutin tahunan. Bedanya, kali ini acaranya di-setting cukup jauh dan pesertanya cukup banyak (sekitar 50-an). Sebagai angkatan tertua saya dan teman-teman didaulat sebagai panitia. Setelah hasil rapat yang panjang kali lebar yang jadinya adalah luas (halah…) maka keputusan jatuh pada gunung Tangkuban Perahu sebagai lokasinya. Karena tempat acara cukup jauh maka kita berangkat sehari lebih awal dan nginap di Darut Tauhid… itu loo tempatnya aa Gym… Heu… jadinya perjalanan kita plus-plus… karena sebelum berangkat, kami mendapat tausyiah subuh dari Aa. Jadi lebih semangat!

Berbeda dari wisatawan tangkuban perahu umumnya, kita pergi ke atas lewat rute belakang. Hiking lewat hutan.. baru masuk aja kita sudah disuguhi pemandangan yang indah. Deretan pohon pinus melambai-lambai (wuuiiih….). Rute yang diambil lewat gerbang Jayagiri, masih tetap bayar sih, cuma lebih murah sekitar Rp.4000 (hehehe). Kalau lewat pintu depan bayarnya sekitar Rp.20.000 (belum termasuk sewa kendaraannya untuk menuju ke atas).


Perjalanan pun lanjut…lalu kami masuk ke dalam hutan dan mulai nanjak nih… fiuuh cape juga ya. Tapi segera terobati dengan keadaan sekitar yang luar biasa.. pohoh pinus yang terus menemani kita tertata sedemikian rupa.

Setelah berjalan beberapa jam (lebih tepatnya nanjak ;p), akhirnya kita kita keluar dari hutan pinus. Di sana kami menemukan beberapa lapangan yang biasa digunakan untuk berkemping dan pemandanganya langsung ke bawah. Lagi-lagi kata itu terucap: subhanallah.

Setelah melewati tempat ini, kami meneruskan perjalanan. Ternyata masuk hutan lagi dan nampaknya perjalanan sebentar lagi jauh lebih menantang karena medan yang akan dilalui lebih terjal dari yang tadi.

Dan akhirnya tepat waktu dzuhur kita keluar dari hutan. Dan… doewng…weng…weng… kami kira pas keluar dari hutan bakal langsung tampak kawah gunung Tangkuban Perahu, ternyata salah… (hehehe). Sempat kaget juga sih ternyata kita baru nyampe tempat parkir bus.. walah-walah… kayaknya salah trek nih…hehehehe tapi ga apa-apa.. coz sekalian istirahat dan sholat dzuhur di sana.

Setelah sholat, kita terus menuju kawah. Ada dua kawah di gunung ini, kawah Domas dan kawah Ratu. Perjalanan kawah Domas ternyata banyak turunannya dan lagi-lagi kita masuk hutan.. tapi nggak terlalu rimbun seperti hutan sebelumnya. Dan setelah melalui perjalanan sekitar setengah jam, sampailah kita di kawah ini.




Ternyata sudah banyak orang di sana, kebanyakan dari mereka berendam kaki, menghilangkan lelah sepertinya setelah melalui perjalanan jauh… kan lumayan juga berendam di air belerang sekalian ngobatin penyakit kulit. Heu!

Setelah puas foto narsis-narsisan di sana, kita balik menuju kawah Ratu. Kawah Ratu letaknya di atas, dan perjalanan yang cukup berat dimulai, melebihi perjalanan yang tadi. Karena untuk menuju kawah Ratu kita harus menaiki tangga yang luar binasa… hehehe… saking jauhnya. Panjang tangga ini 1,2 km ditambah dengan kemiringan 60 derajat (iya ya… kira-kira aja siih) jadi seolah-olah panjang tangga ini 2-3 kali lipat jauhnya karena dipengaruhi gaya gravitasi buat naiknya (halah! naon nya)


Kira-kira baru setengah perjalanan tangga, ada tempat peristirahatan. Hmm… di sana kita bisa lihat kawah Domas dari atas. Subhanallah ternyata lebih indah. Melihat kawah ini cukup mengurangi kelelahan kita melalui tangga yang tadi… but story must go on, naik tangga lagi.



Dan setelah perjuangan yang begitu berat, mengerahkan segenap kekuatan jiwa dan raga, (lebay mode on) akhirnya sampai juga di atas. Alhamdulillah, semua selamat…

And here they are… kawah Ratu gunung Tangkuban Perahu.


Pas nyampe di atas, rame banget sama wisatawan yang datang lewat jalan biasa. Hmm… cukup banyak karena pas itu hari Minggu dan pas liburan. Tapi dengan perjalanan yang begitu penuh peluh dan perjuangan, kita dapat kenikmatan lebih dalam menikmati keindahan gunung ini. Alhamdulillah…subhanallah…

Saatnya pulang dan pas nyampe kosan badan sakit sekujur-kujur… (hwaaaa…) []

catatan: semua postingan dari koresponden telah melalui tahap editing dari anaksemeru.


1 komentar:

Annisa Prasetio mengatakan...

nice tangkuban perahu writing and photos! :)