Jul 18, 2009

Garut: My Lovely Home Town











Bermula dari ajakan teman seangkatan yang nampak sudah sutress dengan kuliah dan skripsinya, dia ngajak jalan-jalan dan dengan senang hati kuajak pergi ke rumah.

Dan petualangan dimulai. Dari Jatinangor ke Garut kami naik bus, cukup satu setengah jam perjalanan, sudah sampai di rumah. Tanpa menghabiskan waktu lama, sesampainya di rumah. Istirahat sebentar, ambil motor dan cawwww.

Tempat pertama yang kita datangi nggak terlalu jauh dari rumah kira-kira setengah jam lebih dikit dengan kecepatan motor sedang-sedang saja. Kawah Kamojang, sebenarnya tempat ini adalah tempat pembangkit lisrik tenaga uap yang dikelola Pertamina. Jadi sepanjang jalan menuju kawah ini kita akan melihat pipa-pipa besar berisi gas bumi, karena disini berseliweran gas-gas bumi, jadi dilarang membawa korek api dan menyalakan api, soalnya bahaya dan bisa-bisa meledak!


Sesampainya di TKP kita akan melihat beberapa kawah yang menyemburkan gas bumi. Ada satu kawah yang mengeluarkan gas cukup besar dan suaranya keras banget, kalau mau dekat-dekat ke sana mesti tutup telinga.

Nggak terlalu lama kita disini, heu agak bosen juga. Soalnya wahana permainannya lagi udah nggak dipakai. Niatnya kita mau naik flying fox, ternyata dah nggak ada, tapi yang mengagumkan perjalanan menuju ke sini banyak pemandangan menakjubkan yang bisa kita lihat.



Lanjut ke hari berikutnya. Setelah mengumpulkan energi, kita berangkat lagi menuju tempat yang kedua, lagi-lagi perjalanan menuju ke sana menakjubkan. Sepanjang jalan terlihat rentetan pegunungan yang begitu indah kiri kanan, depan belakang. Di sana terlihat gunung-gunung nan hijau, di antara gunung-gunung itu yang kutahu namanya adalah gunung Cikurai yang lebar dan tinggi, gunung Papandayan yang beberapa waktu lalu sempat menunjukan aktifitasnya dan yang terakhir gunung Putri.

Makin ke jauh kita melaju, maka terlihat hamparan hijau kebun teh bak taman teletubis, kuereeen… di sana juga terlihat aktifitas para pemetik teh sedang sibuk.



Saking asyiknya foto-foto sana sini, tak disadari lokasi wisata yang kita tuju kelewat 2 KM, untung ngeh, coba kalau nggak, tau deh kita terus ke mana…

Akhirnya sampailah kita di lokasi yang dimaksud, Curug Orok. Curug atau air terjun ini namanya aja yang Orok (bahasa sunda=bayi) tapi nggak kecil kaya bayi. Histori dari curug ini yang mengakibatkan namanya jadi orok, agak serem juga sih ceritanya. Katanya jaman dulu ada seorang perempuan yang tak tahu kenapa alasannya membuang bayi dari atas curug ini (hihihihihi serem…) tapi kebenaran ceritanya meragukan (heuheuhue…)


Untuk menuju curug ini nggak terlalu sulit, dari pintu masuk, hanya menuruni tangga yang telah ada. Cuman tangga yang ini tak sedahsyat tangga yang ada di tangkuban perahu jadi tak masalah naik turunnya juga. Kalau nggak, kayaknya abis dari trip ini aku bisa fobia ma tangga (heuheue..)

Alhamdulillah selesai sudah perjalanan ini. Subhanallah itu lah kata2 yang tak henti terucap, menikmati keindahan ini, merasakan nikmatnya bisa melihat, menghirup udara yang segar, merasakan hangatnya sinar matahari, sungguh tak cukup kata ini untuk mengungkapkan rasa nikmat yang terasa. So, nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan? []

4 comments:

nyegik said...

wakh memangnya lovelynya di garut yah...hmmmmm memang indah garut yah

Tri Wahyudi Iman Dantara said...

PERTAMAX!!

salam knal kk!
kren ya garut,hehe

Indra Nugraha said...

wah.. keren uy.. saya belm pernah tu ke perkebunan tehnya.. keren ya. baru tau lo..hoho.. btw salam kenal bang..

anak semeru said...

@ nyengik, tri n indra....: garut mang asyik kok...meski aq blum ksn, tp stidknya dri artikl travelling tmenq neh bs kbaca bhwa garut tmpt yg asik...
well...slm knl smuanya...