May 13, 2009

The Secret Village of Semeru

Tak ada rencana sebelumnya saya ke tempat ini. Karena tujuan saya yang awal adalah bermain ke Pura yang selanjutnya saya teruskan bermain ke sungai yang sudah lama saya tak melihatnya. Yah, sungai yang bening dan berarus deras. Namun, ketika sampai di sana, saya sungguh heran, sungai itu keruh dan kotor airnya (karena sampah botani). Saya memaklumi karena saat itu musim hujan. Dan akhirnya saya mencari tujuan lain, yakni hutan Tepus (pohon Tepus hanya ada di Lumajang). Dalih ingin mencari objek yang bagus sekalian merefleksikan dengan menghirup udara segar, saya menawarkan ke Fuad. Dan benar saja, Fuad senang saja diajak. Saya kebagian juru mudi dan Fuad juru potret. Karena memang kami niatannya hanya ke hutan, maka saya memacu motor dengan santai sambil menikmati pemandangan di kanan kiri kami. Apalagi, kami melewati perkampungan yang jauh dari pusat kota. Dan setelah beberapa menit, sampailah kami di hutan.


Udara dingin seakan terus menusuk tulang saya. Untung saya memakai jaket agak tebal, namun lupa tak bawa penutup muka dan sarung tangan. Tapi tak apalah, toh tujuan kami hanya sampai hutan. Akhirnya, saya pun meneruskan perjalanan untuk mencari objek yang lebih bagus. Namun, di tengah jalan, kami bertemu dengan mobil yang dikendarai oleh orang Bali yang ketemu di Pura tadi. Saya pikir kayaknya mereka ke Pura yang ada di kaki Semeru, yaitu pura yang berada di desa Ranupani. Yah, desa yang empat tahun lalu saya lihat. Saya pun penasaran dan menawarkan kepada Fuad. Dan lagi-lagi dia mengiyakan, namun sungguh bodoh, kami tak mengisi bensin di perkampungan tadi. Terakhir isi bensin di SPBU dekat rumah, itupun hanya satu liter karena kami pikir cukup untuk ke Pura saja. Eh ndilalah, rasa penasaran kami kok tambah jauh. Mau balik ke perkampungan juga lumayan jauh. Akhirnya, berbekal petunjuk jalan bahwa tempat yang akan kami tuju yaitu Ranupani hanya 27 kilometer, maka kami memberanikan diri ke sana dengan bekal bahwa bensin di motor menunjukkan angka 292,xxx. Asumsi kami, jarak 27 kilometer cukup ditempuh dengan bensin kami yang bisa menempuh jarak 29 kilometer lebih. Apalagi tekad kami juga didukung bahwa jika bensin habis, kami bisa minta tolong kepada orang Bali yang membawa mobil tadi.



Dan berangkatlah kami. Di tengah perjalanan keanehan mulai muncul, angka meter bensin tak menunjukkan tanda-tanda perubahan alias pengurangan jarak. Ah, mungkin sedang error, kamipun melanjutkan perjalanan dengan santai. Kemudian berhenti sejenak untuk mengambil objek gunung Semeru yang kebetulan berada di samping kiri kami dengan view yang indah karena cuaca saat itu mendukung. Perjalanan pun lanjut.



tebing kematian: konon ada pemanjat tebing yang jatuh dan meninggal



Keanehan kedua muncul, mobil Bali yang berada di belakang kami tidak muncul-muncul, kami takut jika mereka mengurungkan niat ke Ranupani, namun ternyata hanya dugaan saya, mobil pun meluncur di depan kami dengan diiringi mobil lainnya di belakang kami. Karena asyiknya menikmati perjalanan, kami tak memikirkan bensin habis atau tidak. Udara yang sejuk dan hijauanya pemohonan melupakan kami. Dan tak dinyana, ketika kami memasuki hutan bambu, angka meter masih menunjukkan 292,xxx tapi volume bensin sudah berada di titik satu (awalnya berada di titik dua). Sepertinya emergency, kamipun bingung. Balik….tak mungkin, sudah jauh. Tolong…mobil Bali yang di depan tak kelihatan, yang di belakang masih belum muncul. Akhirnya, kami tekad melanjutkan perjalanan dengan bensin kritis! Berbekal "bismillah" selama kurang lebih separuh perjalanan akhirnya kami sampai di pintu gerbang Ranupani. "Hoah….", kami berteriak girang, sempat saya menangis juga (karena mengingat hal tadi). Ternyata, setelah melewati "Tebing Kematian", kami harus menembus dua bukit yang menutupi Ranupani. Di situlah permata Semeru tersimpan. Sebuah desa yang sangat indah dan menawan dengan hamparan hijau rerumputan. Tanaman yang subur, udara yang sejuk, orang-orang yang ramah dan tentunya suguhan pemandangan gunung semeru dari dekat (puncak).


Ranupani, desa rahasia yang dimiliki Semeru yang biasanya digunakan sebagai tempat transit bagi siapa saja yang ingin mendaki ke gunung Semeru. Karena di sana ada tempat perijinan pendakian dari balai konservasi kawasan Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru. Ranupani, desa yang sangat saya cintai, yang sudah empat tahun saya tak mengunjunginya kembali. Kali ini, saya disuguhi dengan pemandangan-pemandangan luar biasa. Hamparan tanaman kentang, bawang, sayur kol kubis, sawi dan kacang-kacangan. Termasuk, hamparan bunga yang sungguh indah. Tak kecuali Ranu (danau) yang menjadi ciri khas Ranupani. Sungguh perjalanan yang tak mungkin saya lupakan. Sampai-sampai saya ingin mempunyai rumah, teman ataupun kerabat di Ranupani sehingga memudahkan dan mendekatkan saya dengan Ranupani. Ranupani, the Secret Village of Semeru. I love it![]

18 comments:

unel said...

subhanallah,,,wah musti kesana nih,,,kapan ya,,? dah jarang bgt liat tempat bening kaya gitu,,,cocok bwt refreshing jiwa n raga,,, btw kayaknya kok kemana2 kau pergi ama fuad,, jangan2 kalian,,,,(hehehehe) two thumbs up dah pokoknamah,,,

anak semeru said...

@unel: harus mesti kesana! yakin sangat menakjubkan...
ttg fuad, critanya pas itu aq mongajak tmn yg lain, tp krn bilng awalmo k MALANG n g jd trus tujuannya krumah, dy g mau. akhirnya nyari tmen lg,tp dy besoknya ada acara, so...fuad org trkhir yg q ajak. dy adlh partner desainq...thx.hehehe...

aklam said...

mantaaaaaaap gaaan! asem apik pol! ayo ayooooo (memohon padamu vic...)

anak semeru said...

thx boz.ayo...kpn bs ikut????rencananya aq tgl 21 mo blik lg rumah cz mo nyiapin riset bwt eagle award.inshallah ngambil tma ttg kemandirian penduduk ranupani dg mmanfaatkn lahan yg ada d lreng semeru u/ kbutuhn shri2. n yg k2: pmanfaatn arus sungai sbg pmbangkit listrik mandiri, so 1 desa hmpir g pake PLN.hebat kn...hehehe...ayo...ikut yuk...

qiqi said...

wih,,, mantaph tenan mas!!!
terkesima beberapa menit gak bisa smbil mengaga dan cm bs berkata "wih,, wihh,,, "

anak semeru said...

@qiqi: jgn cuma terkesima...datang dunk kesana..yakin g bakalan nyesel! udaranya fresh! mata kita g kn berhenti memandangi hijaunya perbukitan dan alam...
hati kita akn sllu berucap: subhanallah...
yakin...
ke sana yuk...

Anonymous said...

Wuih....
Boleh dunk kalo dah balik diajakin ksna....HE
Btw mas avic nangis beneran ya?
I'm proud of you mas

anak semeru said...

@anonim: ne cwek pa cwok yak...kalo cwek,q ajk hrs brg ma cwek. klo cwok gpp.maklum, g brani ngajak cwek sendirian ksno.hehehe...
nangis? bner...hatiq ngangis pas masuk gerbang dg bensin "kritis!"

Anonymous said...

hiks... jadi pengn pulng nich, jeprtnmu bkin aq inget kampung halamanQ. Btw,aq malah merhatiin background fotomu yg ne...kmux ko' kayk orang kpanasn, bukn khas loksi asem,,,,

anak semeru said...

@anonim2: hahaha...bukan asem yak? hahaha...ada-ada aj ente. ne bener di lereng semeru.kepnasan?yg mn atuh gan...mang disn ada mthari tp ttp aj dingin, tp anget lho...ktika badn kita kna snarnya...maen yuk ksn...hehehe...

Anonymous said...

maksud ane...bukn entu bozz,bukn yg da d blog tapi background foto profil ente, ko' kya' di padang pasir gtu.seprtiny menrik jg. he5

anak semeru said...

@anonim3: hahahaha...itumah gw abiz lwatan k Mesir versi jatim, alias gunung pasir pas KKN di Gresik. pengmbilan foto ntu u/ dbwt cinderamata perpisahan. hehehe...tmptnya asik...bgt! tp puans poll...maklum pgmbilan gmbranya jm9an. ente sp gan??sbut nama dunk...

Anonymous said...

he5...Q khwtr klo sbutn nama,ente syok,klo pngn thu..gmpang,sblum tdur byangkn tulsnQ (jngn terkecoh dg tulisn),nnt ktmu dlm mimp,he5..sorry just kdding. yg pst Q suka design grfis(tp lum bs),se-faklts ma ente.oiy,izin save gmbrU

anak semeru said...

@anonim4: hahaha...ni pasti si tukang sapu!kodok!ya kan...ngaku aj deh...mo bljr desgraf?bayar!hahahaha....

Anonymous said...

he5 ko' thu,dasar sempruul

na2ng said...

WALAH MAS GITU GAK NGAJAK_NGAJAK

anak semeru said...

oalah...nang...makanyo...jgn sibuk mulu...maen yuk kerumah...

16 September said...

Aku kesini gak pernah se hijau ini .. :(