Aug 17, 2010

#merdeka!


Pekikkan Merdeka! Agar seluruh dunia tahu tentang Indonesia dengan ber-twitter ria #merdeka!

Aug 16, 2010

Ngabuburit Sore


Sore-sore menjelang Magrib untuk berbuka puasa, biasanya banyak orang-orang yang melakukan jalan-jalan sekedar menanti waktu berbuka, termasuk saya. Sudah barang tentu banyak hal yang unik ketika sore di waktu Ramadhan. Coba deh tengok di sekitar kita, pasti kita akan menemukan yang namanya penjaja menu buka puasa, ta'jil, bazar dan lain sebagainya. Saya pun tak mau ketinggalan, saya juga menghabiskan waktu menanti Magrib dengan jalan-jalan. Saya paling suka membeli es campur. Hehehehe...atau ada yang menyebutnya es buah dan rumput laut. Namun, apapun itu, saya sangat menyukai suasana sore menjelang Magrib itu. Apalagi ketika suara adzan berkumandang. Waduh...lega banget bisa berbuka dengan nikmat-Nya. Selamat berbuka puasa...[]

Aug 14, 2010

Eat, Pray, Love


Bali. Menjadi dasar kuat yang melatari film Eat, Pray, Love. Bukan tanpa sebab, Bali dijadikan sebagai ending dari rangkaian cerita dalam film yang diadaptasi dari judul yang sama karangan Elizabeth Gilberth. Dari beberapa foto penggalan film yang saya ambil dari imdb.com, banyak sekali menyuguhkan social culture Bali yang sangat indah. Bahkan di trailer-nya saja, pada opening disuguhkan Bali dengan latar sawah dan gunung Batur. Sungguh menawan!

Sebagai info, film ini menceritakan tentang Gilberth yang diperankan oleh aktris cantik Julia Robert. Gilberth adalah seorang jurnalis yang resah mencari makna hidup. Dan pada perkembangannya, dia telah memiliki semuanya, termasuk suami, rumah dan karir. Namun, bukanlah kebahagiaan yang dia raih, melainkan keresahan yang semakin mendalam. Apalagi setelah bercerai dari suaminya sehingga dia sangat depresi dan mengalami hari-hari yang sangat kritis. Untuk memulihkan keadaannya, maka dia mengambil langkah yang sangat ekstrem. Dia ingin menenangkan diri dengan berpetualangan ke penjuru dunia. Dia rela meninggalkan pekerjaan dan orang-orang yang dicintainya selama ini. Dia meninggalkan segala hal yang telah diperoleh.

Bukan keputusan yang mudah untuk menjalani hal tersebut, akhirnya dia memutuskan untuk mengunjungi 3 negara yang menurutnya mewakili apa yang dia cari selama ini. Negara pertama adalah Italia, dengan beragam budaya dan kekhasan aneka masakannya. Di sini dia memahami adanya filosofi dalam makna kehidupan mengenai Eat (makan). Karena memang masakan Italia dikenal dengan resep-resep yang khas dan mendunia. Setelah puas di Italia, dia menuju ke India. Di sini, dia memahami tentang makna hidup dengan adanya penyerahan diri kepada Tuhan, Pray (ibadah). Mengenal sisi spiritualitas yang sangat mendalam di padepokan Hindu India.

Dan terakhir dia menuju ke Bali, Indonesia. Di sinilah alur cerita itu berakhir. Selama di Bali, dia menjadi murid dari seorang dukun lokal yang sangat arif, Ketut Liyer, diperankan Hadi Subiyanto. Banyak hal yang dia dapatkan selama menjadi murid Ketut Liyer. Bahkan, dia mengenal dan memahami serta menemukan kembali makna cinta (Love) selama di Bali. Cinta yang dia cari selama ini berlabuh kepada Felipe, diperankan oleh Javier Bardem. Sungguh menjadi akhir perjalanan dan jalinan cinta yang dia dambakan selama ini. Film Eat, Pray, Love telah rilis tanggal 13 Agustus 2010 di Amerika Serikat. []

Aug 10, 2010

Happy Ramadhan 1431 H


Alhamdulillah. Tidak terasa sudah memasuki bulan Ramadhan di tahun 2010 ini. Sungguh bulan yang sangat saya rindukan, apalagi ketika buka puasa, tawarih, tadarus dan sahur. Masih ingat saya ketika puasa tahun kemarin. Ketika berbuka harus berburu dan menyiapkan ta'jil untuk para pelanggan dan karyawan. Kadang malah tak kebagian.

Ketika tawarih, sungguh suasana yang saya rindukan saat berjejer berjamaah dengan para makmum dengan segala kekhusyukan ibadahnya. Ketika tadarus, sungguh pengalaman tak terlupakan ketika saya ditegur oleh penyimak di sebelah saya yang memang agak "keras". Maklum, orangnya sudah tua, tapi saya salut karena masih peduli dan mau tadarus daripada generasi mudanya yang entah ke mana. Masih ingat juga saya ketika selesai tadarus, ada beberapa orang yang membawa bingkisan, semua orang dapat jatah...eh lhakok saya malah tidak. Apes! Tapi bukan niatan tadarus saya untuk mendapatkan itu lho...

Ketika sahur, saya masih ingat harus janjian dengan sahabat saya, Ade, anak Bandung, harus saling mengingatkan bangun untuk sahur. "Pik, bangun! Cak Ran ato Unair?" Haduh...kangen sama kepolosan dan kerendahan hatinya. Miss U prend! Kami juga senang keliling Surabaya pusat ketika waktu sahur, berangkat pukul 02.00 wib kembali pukul 04.00 wib, pas imsak. Bahkan saya kadangkala harus mengganggu sang satpam untuk membukakan pintu pagar kantor. Sungguh kenangan yang tak terlupa.

Saat ini, meski masih di kampung orang, saya merasakan pengalaman Ramadhan di luar rumah. Biasanya saat pertama Ramadhan, saya kumpul bersama keluarga, namun kali ini tidak. Cari suasana berbeda saja, namun jika memilih, saya lebih suka di rumah. Suara petasan, pujian-pujian ketika menjelang Tarawih, musik patrol ketika sahur dan jalan-jalan subuh. Semua itu sangat saya rindukan.

Namun, saya tak mau panjang lebar. Perkenankanlah, saya, anaksemeru, mengucapkan:

"Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1431 H"
Semoga kita dapat menjalankannya dengan baik dan penuh kesabaran



Keluarga besar,

anaksemeru